Kamis, 31 Maret 2011

Jika pasangan terlalu cemburu

TwitThis
Sebenarnya rasacemburu terhadap pasangan itu wajar dan dapt muncul dalam kehidupan manusia normal . Rasa cemburu dan curiga bsa dipahami asalkan masuk akal, obyektif berdasarkan fakta, terkendali dan dalam tempo yang terbatas. Rasa cemburu yang wajar merupakan ekspresi perhatian dan cinta dari pasangan trehadap kita.
Namun, jika rasa cemburu diiringi curiga yang berlebihan inilah yang menjadi masalah. . apakah bisa dikategorikan sebagai orang yang memiliki kepribadian paranoid?

Orang semacam ini biasanya ditandai dengan rasa tidak percaya dan rasa curiga yang berlebihan terhadap pasangannya dan teman dekatnya. Orang seperti itu biasanya menolak tanggung jwab atas perasaannya dan melemparkan tanggung jawab kepada pihak lain, yakni pasangannya. Orang paranoid cenderung mudah tersinggung, sering bermusuhan dan mudah marah. Gangguan ini biasanya di derita sekitar 29% penduduk, kebanyakan kaum pria dibandingkan dengan wanita. Penampilan hidup sehari-hari lebih senang resmi, rapi, serius dan tidak dapat santai. Kemungkinan kecenderungan itu dilakukan sebagai usaha untuk mencari petunjuk atau bukti di lingkungan yang mungkin ditemukan agar mendukung pikiran curiganya.



Penderita paranoid ini mengintepretasikan tindakan orang lain sebagai ancaman atau merendahkan harga dirinya yang dianggapnya sengaja. Seringkali penderita sering bertanya-tanya, tanpa pertimbangan, tentang loyalitas dan kejujuran serta kesetiaan pasangannya. 
Pada umumnya, orang dengan gangguan kepribadian dimulai pada masa dewasa awal, dan terjadi seumur hidup. Penderita sering mengalami masalah ekerjaan dan perkawinan. Ada orang tertentu yang memiliki rasa curiga dan cemburu patologis merupakan tanda dari gangguan jjiwa yang berat disebut gangguan waham dan paranoid.
Orang dengan gangguan paranoid dapat ditolong dengan psikoterapi yang cukup lama dan diterapi secara professional. Pemberian obat secara khusus dapat mengatasi rasa cemas, agresi dan piikiran curiganya. Hasil pengobatan belum tentu 100% berhasil tergantung pada beberapa factor penyebabnya. Penderita cenderung merasa tidak sakit, tidak menimbulkan penderitaan pada diri sendiri, meskipun merugikan orang lain. Mereka cenderung enggan untuk terlibat secara aktif dalam terapi karena mungkin dirinya cemas apabila dirinya dipersalahkan.

Lumenta, Nico A dkk.2004.Kenali Jenis Penyakit dan Cara Penyembuhannya : Anda dan Keluarga Sehat.Elex Media Komputindo.Jakarta 

0 komentar:

 

Twitter Blog Templates © Copyright by Catatanku... Catatanmu juga... | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks