Asuhan Keperawatan Islami

0 komentar
TwitThis
Disajikan pada Seminar Al Qur’an, Sains Kedokteran dan Fiqih Keperawatan Pusat Studi Al Qur’an (PSQ) Jakarta. MUQADDIMAH Bukanlah menghadapkan wajahmu ke-arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah barang siapa beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musyafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta ; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan sholat dan mengeluarkan zakat; dan orang-orang yang menepati janji apabila berjanji dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan (sakit) dan dalam peperangan (perjuangan). Mereka itulah orang-orang yang bertaqwa. (Q.S. Albaqarah (2):177) Ayat tersebut diatas merupakan motivasi utama Kelompok kerja keperawatan Islam dalam mengembangkan perawatan professional Islam , upaya tersebut adalah sebuah tanggung jawab moral ummat muslim dalam menegakkan Islam dalam semua bidang kehidupan termasuk bidang kesehatan, juga dalam rangka menegakkan da’wah amar ma’ruf nahi munkar. Kebangkitan dakwah Islam di Indonesia pada akhir-akhir ini menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas dan tampaknya semakin hari semakin marak. Hal itu dapat dilihat dengan banyakya kajian-kajian untuk mencari atau menghidupkan kembali nilai-nilai Islam dalam semua bidang kehidupan : sosial, ekonomi, politik, hukum, budaya, kesehatan termasuk keperawatan yang merupakan bagian integral dibidang kesehatan. Sebagai anggota komunitas profesi perawat Kelompok kerja keperawatan Islam merasa terpanggil untuk megembangkan keperawatan Islam di Indonesia, hal ini didasari pada keyakinan bahwa ummat Islam di negeri ini harus mendapatkan pelayanan/asuhan keperawatan berqualitas sesuai dengan keimanannya sebagai seorang muslim sehingga mendapatkan kepuasan, Kepuasan ummat akan dapat dicapai apabila pelayanan/asuhan yang diterimanya dapat menyentuh fitrahnya sebagai manusia. Nilai-nilai Islam secara universal sangat tepat di Integrasikan dalam asuhan keperawatan agar dapat memperhatikan fitrah manusia dalam hal ini klien sebagai penerima asuhan melalui pengembangan asuhan keperawatan yang Islami yang merupkan inti dari Keperawatan Islam. Keperawatan Islam digali nilai-nilai agama Islam dalam keperawatan dari sumber yang merupakan keyakinan umat Islam yaitu Alqur’an dan Hadist. Karena nilai-nilai Islam adalah universal maka untuk dapat mengembangkan Keperawatan yang Islami harus dimulai pada tataran falsafah atau keyakinan yang paling tinggi dalam profesi keperawatan yaitu “Paradigma Keperawatan Islam”. Paradigma Keperawatan Islam adalah fenomena sentral atau cara pandang profesi keperawatan yang mendasari profesi keperawatan, maka Paradigma Keperawatan Islam adalah sebagai acuan seluruh komunitas Keperawatan Islam di Indonesia baik dalam pelayanan kesehatan maupun dalam penyelenggaraan pendidikan keperawatan Islam. PARADIGMA KEPERAWATAN ISLAM Paradigma keperawatan Islam adalah cara pandang, persepsi, keyakinan, nilai-nilai dan konsep-konsep dalam menyelenggarakan profesi keperawatan yang melaksanakan sepenuhnya prinsip dan ajaran Islam. Paradigma keperawatan Islam dibangun melalui empat komponen besar yaitu : Manusia dan kemanusiaan, lingkungan, sehat dan kesehatan serta keperawatan. 1. MANUSIA DAN KEMANUSIAAN Dasar Firman Allah: [QS. At-Tiin : 4] [QS. Shaad : 72] [QS. Al-Hijr : 29] [QS : Al-Israa’ : 70] [QS : Al-Israa’ : 73-74] Manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang terbaik bentuknya yang dimuliakan Allah, terdiri atas jasad, ruh, dan psikologis, dimana seluruh mahluk lainnya yang berada di langit dan dibumi ditundukan oleh Allah kepada manusia kecuali Iblis yang menyombongkan diri. Manusia di dalam Alquran diistilahkan antara lain dengan sebutan Al-Basyar Allah menjelaskan dalam ayat-ayat :[QS. Shaad : 71] [ QS Al-Anbiyaa : 8 ] [ QS. Al-Mulk : 14 ] makna Al-Basyar adalah gambaran manusia yang diciptakan dari tanah dan secara materi, yang dapat dilihat, memakan sesuatu, mendengar, berjalan, dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. An-Nas[ QS. Al-Hujurat : 13 ] Makna An-Naas dalam Al-qur’an mengindikasikan bahwa manusia adalah mahluk sosial. Komponen Manusia Manusia sebagai salah satu mahluk ciptaan Allah terdiri atas beberapa komponen yang meliputi jasad (fisik ), ruh, dan nafs (jiwa). Jasad (Fisik): [ QS. At-Tiin : 4 ], [ QS. Al-Anbiyaa : 8 ],[ QS. Al-Anbiya : 2] Komponen fisik adalah komponen jasad/bentuk, yang dapat makan dan minum, berjalan, mendengar, melihat, dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti yang dijelaskan oleh beberapa ayat dalam Al-quran. Ruh Allah berfirman dalam Al-Quran [ QS. Shaad (38) : 72 ] “Maka apabila telah kusempurnakan kejadiannya (manusia) dan kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)-Ku; maka hendalah kamu (malaikat, jin dan iblis) tunduk dengan bersujud.” Nafs (Jiwa) Allah berfirman dalam Al-Quran : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah, ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram .”[QS. Ar-Ra’d : 28 ] Manusia juga dapat diterangkan dalam siklus kehidupannya melalui proses reproduksi hingga regenerasi, yang meliputi fase : Pernikahan [Q.S Ar-Ruum:21], [Q.S. An-Nisaa’: 22-24], Kehamilan [Q.S. Al-Hajj : 5], Kelahiran, Nifas, Tumbuh kembang [Q.S. Luqman: 14], [Q.S. Al-Baqarah: 233], Kematian [Q.S Ali Imran : 185], Berdasar peran dan fungsi manusia diyakini sebagai khalifah dan hamba Allah, sebagai khalifah Allah di bumi, manusia diberi tugas untuk melaksanakan fungsi kemanusiaan dianataranya : (1) Memimpin dan mengatur bumi berdasarkan petunjuk dan peraturan Allah[Q.S Al-Baqarah: 30] , [Q.S. Al-Ahzab:72]. (2) Memakmurkan bumi dan mengeluarkan potensi yang terkandung di dalamnya untuk kesejahteraan umat manusia berdasarkan petunjuk dan peraturan Allah [Q.S Huud : 61]. (3) Menyebarkan keadilan dan kemaslahatan [ QS. Al-Hadiid (57): 25 ], [ QS. Shaad (38) :26 ], [ QS. Al-Qasas (28): 77 ] Sebagai hamba Allah yang diberi beban untuk beribadah kepada Allah semata, yakni ibadah yang mencakup seluruh aspek kehidupan, sebagai mana firman Allah : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-KU.” [ QS. Adz-Dzariat (51) : 56 ]. Dari uraian diatas tentang manusia sebagai khalifah dan hamba Allah, maka manusia dalam aspek keperawatan dapat ditinjau dari dua sudut pandang yaitu manusia sebagai perawat dan manusia sebagai klien. Manusia sebagai perawat adalah mahluk ciptaan Allah yang paling mulia dan sempurna (terdiri dari jasad, ruh dan nafs) dan memiliki iman , ilmu dan mempunyai kewajiban untuk mengamalkannya bagi kemaslahatan umat. Manusia sebagai klien yang menjadi fokus pelayanan keperawatan pada dasarnya adalah makhluk yang berpotensi secara aktif menjadikan dirinya sebagai manusia yang sempurna, sebagaimana firman Allah : “Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu nikmat yang telah di anugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri dan sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha mengetahui.” [ QS. Al-Anfal (8) : 53 ]. 2. LINGKUNGAN Dasar ayat-ayat yang menjelaskan tentang lingkungan: [ QS. Al-Baqarah (2) : 164 ] [QS. Al-Jaatsiyah (45) ; ayat 3, 4, 5, 6, 7 ], [ QS. Al-A`raf (7), ayat 54 ]. Allah menjelaskan kepada kita bahwa alam semesta dan seisinya di ciptakan atas hak dan kehendak Allah SWT dan di peruntukkan bagi manusia agar manusia bersyukur serta dapat mempelajari alam semesta ini guna memperkokoh keimanan dan ketaqwaan terhadap sang Maha Khaliq (Pencipta). Dan Allah juga mengancam manusia yang berdusta dan berdosa. Betapa Allah telah menunjukkan kepada manusia terjadinya siklus cuaca dan bagaimana hujan itu diturunkan kebumi dan bagaimana tumbuhan hidup yang tiada ain agar manusia dapat menggali dan mempelajari makna ayat-ayat Allah dapat kita simak pada [ QS. Al-A`raf (7) ; ayat 57 ] [ QS. Al-A`raf (7); ayat 58 ]. Melalui ayat-ayatNy [ QS Albaqarah (2) : 60 ] [ QS Al-Baqarah : 11 ] [ QS Al-A’raaf : 56 ] [ QS. Muhammad (47) : 22-23 ] [ QS Al-Ankabut (29) : 36-37 ] Allah menegaskan baik buruknya kwalitas lingkungan akan berpulang kepada manusia yang mendiami muka bumi ini dan kemudian memanfaatkannya. Apabila manusia mampu memelihara lingkungan dengan baik maka akan baiklah kehidupan ini, begitupula sebaliknya jika manusia merusaknya maka malapetakalah yang akan menimpanya, seperti : bencana banjir, wabah penyakit-penyakit menular, polusi udara, dll. Unsur lingkungan di bagi dalam lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Lingkungan internal meliputi genetika [QS. An-Nisa : 19]., struktur fungsi tubuh“Tiap jasad yang tumbuh dari yang haram maka neraka lebih utama bagunya.” (HR. Tirmidzi), psikologis [ QS : Al-Israa’ : 73-74 ] dan internal spiritual[QS.Asy-Syams : 9-10], [QS. An-Nisa : 48-50] Sedangkan lingkungan eksternal adalah lingkungan disekitar manusia baik fisik [QS. Al-A`raf (7) ; ayat 57], [QS. Al-Anfal (8) : 11], biologis, [QS. Al-Jaatsiyah (45) ; ayat 3, 4, 5, 6, 7 ] [QS. At-Taubah :108], sosial [QS. An-Nisa (4) : 1] [QS. Al-Hujarat (49) : 13] [QS. Al-Hujarat (49):10], dan spiritual [QS. Al-Baqarah (2) : 222], “Kebersihan itu adalah separuh dari iman.” (Hadits riwayat Muslim) “Terangilah rumahmu dengan shalat dan membaca Al-Qur`an.” (Al-Hadits) Lingkungan internal dan eksternal akan mempengaruhi sikap dan perilaku manusia termasuk persepsinya terhadap sehat-sakit. Manusia sebagai mahluk sosial mempunyai hubungan yang dinamis dengan lingkunganya serta tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya tersebut. Tindakan kebersihan lingkungan (baik internal maupun eksternal ) adalah merupakan tindakan spiritual dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman. Kebersihan merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan, dan sehat adalah salah satu faktor yang dapat memberikan kebahagiaan. Sebaliknya kotor tidak saja merusak keindahan tetapi juga dapat menimbulkan berbagai penyakit dan sakit merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan penderitaan. Kebersihan harus diupayakan oleh manusia untuk memelihara diri dan lingkungannya dalam rangka mewujudkan suatu kehidupan yang bahagia dan sejahtera baik di dunia maupun di akhirat, memelihara lingkungan baik internal maupun eksternal harus diupayakan untuk menciptakan nuansa yang Islami (spiritual) sebagai bagian dari perintah Allah SWT. Dengan demikian jelaslah bahwa Islam memandang lingkungan sebagai sesuatu rahmat yang diperuntukkan bagi manusia yang harus senantiasa dijaga, dipelihara dan dilestarikan untuk kemakmuran dan kesejahteraan manusia baik individu , kelompok dan masyarakat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. 3. SEHAT DAN KESEHATAN “ Ya Allah , ya Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Serta peliharalah kami dari siksa api neraka” [Al-Baqarah (2) :201]. Islam mendorong ummat manusia yang beriman untuk mencapai sesuatu yang baik bagi mereka didunia dan di akhirat. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan ilmu dan amal saleh dan sebagai prasyarat yang harus dimiliki adalah sehat /kesehatan. Sehat dan kesehatan dalam perspektif Islam “Ingatlah , hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram” [QS. Ar-Rad :28]. “ Barang siapa sehat badannya, damai dihatinya dan punya makanan untuk sehari-harinya, maka seolah-olah dunia seisinya dianugerahkan kepadanya”. (Hadist riwayat At-Turmudzy dan Ibnu Majah) Berpedoman pada hadist tersebut diatas maka sehat bukan hanya bebas dari rasa sakit dan cacat belaka. Sehat berabstraksi jauh lebih dalam lagi, yaitu berada dalam keadaan sejahtera, penuh rasa syukur atas nikmat Allah dalam aspek jasmani, rohani dan sosial. Manusia yang sehat adalah manusia yang sejahtera dan seimbang secara berlanjut dan penuh daya mampu. Dengan kemampuannya itu ia dapat menumbuhkan dan mengembangkan kualitas hidupnya seoptimal mungkin. Ia memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memfungsikan dirinya sebaik mungkin untuk beramal sholeh dan beribadat serta menjadi rahmat bagi lingkungannya. Upaya Kesehatan Dalam Al-Qur`an maupun hadist, telah diperingatkan akan pentingnya memperhatikan kesehatan baik dalam konteks upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Beberapa dalil sebagi landasan upaya kesehatan adalah : (1) Upaya promotif (QS: Al-Baqarah (2): 95 ). “Ada dua kenikmatan yang sering dilalaikan orang, yaitu sehat dan waktu senggang”. ( HR. Bukhori dan Muslim ) Berdasarkan dalil tersebut di atas maka manusia dilarang merusak diri baik jasmani maupun rohani, dalam arti manusia wajib memelihara kesehatan dan meningkatkannya.. Dan uraian hadist tersebut dapat dipahami, janganlah kita mengabaikan kesehatan dan waktu senggang. (2) Upaya Preventif [QS. At-Tahrim (66):6 ] Berkaitan dengan upaya preventif dalam Al-Quran dan Al-Hadist dijelaskan sebagai berikut. “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka.......” “Perhatikanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara, yaitu :1. Masa hidupmu sebelum datang ajalmu, 2. Masa sehatmu sebelum datangnya sakit. 3. Masa lapangmu sebelum datangnya sempitmu, 4. Masa mudamu sebelum datangnya masa tua dan 5. Masa kayamu sebelum datangnya miskin.” (HR. Ahmad dan Baihaqi). “Jika kamu mendengar berita ada wabah penyakit disuatu daerah, maka janganlah memasuki daerah itu. Dan jika kamu berada didalamnya, janganlah kamu keluar dari daerah itu.” (Al Hadits) (3) Upaya kuratif[QS. Asy-Syuara (42) : 80 ] “Berobatlah kamu wahai manusia, karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan suatu penyakit tanpa menurunkan obatnya, kecuali penyakit tua (mati)” (HR. Ashabus Sunan) (4) Upaya rehabilitatif [ QS. Ar-Ra`du (13) :11] “Berbuatlah untuk bekal duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya-lamanya dan beramllah untuk bekal akheratmu seakan-akan engkau mati besok pagi.” (Al Hadist) “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada wajahmu dan hartamu, tetapi ia melihat hatimu dan amalmu”. (Al Hadist) Dapat disimpulkan bahwa manusia harus memelihara keseimbangan antara kehidupan duniawi dan ukhrowi , antara jasmani dan rohani serta perlu adanya usaha pemulihan yang didasari niat yang sungguh-sungguh dan bekerja keras. 4. KEPERAWATAN “Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil :”Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia orang diantara orang-orang yang menyesal.” [QS. Al-Maidah (5): 31] “Dan orang-orang yang beriman , lelaki dan perempuan , sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf , mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya . Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [QS. At-Taubah (9) : 71] “Dan ingatlah hamba-hamba kami : Ibrahim, Ishaq dan Ya`qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.” [ QS. Shaad (38):ayat 45] “ Dan (ingatlah kisah) Ayub , ketika ia menyeru Tuhannya : “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang.” [QS. Al-Anbiyaa (21): 83] “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya: “Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan.” [QS. Shaad (38): 41] “ Dan ambilah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) orang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-Nya .” [ QS. Shaad (38): 44 ] “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. [QS Ali Imran (3) : 4]. “Barang siapa yang berkeinginan untuk diselamatkan oleh Allah dari bencana pada hari kiamat, maka bantulah orang yang dalam kesulitan atau hindarkan kesulitannya.” (HR. Muslim). Keperawatan dalam Islam diyakini sejak tegaknya Islam Zaman Nabi Adam, A.S Sebagaimana dalam Al qur’an Allah berfirman : Dari firman Allah tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi awal mulanya konsep perawatan jenazah. [ QS. Al Maidah (6) : 31] Zaman Nabi Ayub AS Ketika nabi Ayub terkena penyakit kulit, istrinya bernama Siti Rahmah selalu merawat suaminya siang dan malam, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi nabi ayub AS Siti Rahmah menukar gulungan rambut dengan empat potong roti. Setelah itu Siti Rahmah berkata : wahai Tuhanku sesungguhnya perlakuanku ini hanya karena taatku kepada suamiku dan untuk memberikan makan kepada nabi-Mu, maka telah saya jual gulungan rambutku. Nabi Ayub berdoa kepada Allah agar penyakitnya di berikan kesembuhan. Firman Allah : [QS. Shaad (38) : 41]. Zaman Nabi Isa as "( Ingatlah, ketika Allah menyatakan : " Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada Ibumu diwaktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul Qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia diwaktu masih dalam buaian dan sesuadah dewasa; dan ( ingatlah ) diwaktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan ( Ingatlah pula ) diwaktu kamu membentuk dari tanah ( suatu bentuk ) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung ( yang sebenarnya ) dengan se izin-Ku. Dan ( ingatlah ) waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan ( ingatlah) diwaktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur ( menjadi hidup ) dengan seizin-Ku, dan ( ingatlah ) diwaktu Aku menghalangi bani Israil ( dari keinmginan mereka membunuh kamu ) dikala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: " Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata " [QS. Al-Maidah (5) : 110] Zaman nabi Muhammad SAW Pada saat nabi Muhammad SAW menyiarkan agama Allah, banyak kaum wanita menarik suami untuk ikut berjuang dan berperang dan para wanita tersebut mengikuti perjalanan, selama perjalanan mereka tekun dalam memberikan pertolongan serta pengobatan kepada pasukan yang terkena luka dan sakit dalam peperangan. Adapun wanita yang berbai’at kepada Rasullah adalah : Rubiyi binti Mu’awidz Rubiyi adalah seorang sahabat wanita yang ikut serta meriwayatkan hadist dari Rasullah . Peran Rubiyi dalam peperangan dapat diketahui dari riwayat Imam Bukhori, Nasai dan abu Muslim Al Kajji yaitu bertugas memberi minum kepada mereka yang berperang, melayani mereka, mengobati yang terluka,serta membawa orang-orang yang gugur ke madinah Umu Sinan Al-Aslamiyah Umu Sinan adalah seorang mujahid wanita yang agung ia datang kepada Rasulullah ketika beliau hendak keluar ke Khaibar, lalu ia berkata : “ ya Rasulullah, bolehkah aku ikut keluar bersamamu dalam perjalanan mu ini ? Aku akan menuangkan air minum dan mengobati orang yang sakit dan terluka, Rasulullah mengizinkan umu sinan ikut serta dalam penaklukan khaibar “( Al-Wagidi dalam Al Maghazi : 687, dan At Thabaqat 8 : 214 ) Umu Ziyad Al Asyja-iyah Umu Ziyad Al Asyjaiyah seorang, pejuang wanita yang tangguh, umu tersebut dengan izin rasulullah ikut dalam penaklukan khaibar, bertugas untuk mengobati orang-orang yang terluka, menyiapkan makan dan minum. Ku’aibah binti Sa’ad Adalah seorang wanita yang cerdas, aktifitasnya tidak terbatas perannya pada waktu perang, bahkan ia mengobati orang yang sakit pada saat kapan saja, ia telah dibuatkan ruang khusus di masjid untuk mengobati orang-orang yang sakit atau terluka (Thabaqat ibnu Sa’ad 8 : 213). Ku’aibah sebagai orang yang merintis jalan dalam dunia pengobatan dan kedokteran yang diberi gelas tokoh dan pakar medis Umayah binti Qais Al Ghifariyah Umayah bersama kelompok wanita bani Ghifar datang kepada rasulullah : ingin ikut berperang bersama ke khaibar, kami ingin mengobati orang-orang yang terluka dan membantu kaum muslimin sesuai dengan bidang dan kemampuan kami Rufaidah Al-Anshariyah Seorang wanita dari kabilah Asdam yang biasa mengobati orang-orang terluka yang tidak memiliki perawat ia mengobati orang-orang terluka di kemahnya, di sebagian ruang masjid nabawi. Dalam kitab kumpulan syair Al-Ilyadzah Al islamiyah, penyair Ahmad Muharram menulis tentang Rufaidah : “Wahai Rufaidah, ajarkanlah kasih sayang kepada manusia dan tambahkan ketinggian harkat kaummu, ambillah orang yang terluka, dan sayangilah, berkelilinglah di sekitarnya dari waktu ke waktu bila orang-orang tidur mendengkur maka janganlah engkau tidur demi mendengar rintihan orang yang sakit Bumi terus berputar, tahun pun silih berganti, namun kemah Rufaidah di Masjid Nabawi tetap menjadi contoh yang harum dalam pelayanan kesehatan pada permulaan Islam. Dari risalah tersebut diatas menunjukkan bahwa Islam telah mengajarkan tentang keperawatan yang memberikan pelayanan komprehensip baik bio-psiko-sosio-kultural maupun spiritual yang ditujukan kepada individu maupun masyarakat. Pelayanan keperawatan berupa bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan. Keperawatan dalam Islam merupakan manifestasi dari fungsi manusia sebagai khalifah dan hamba Allah dalam melaksanakan kemanusiaanya, menolong manusia lain yang mempunyai masalah kesehatan dan memenuhi kebutuhan dasarnya baik aktual maupun potensial . Permasalahan klien dengan segala keunikannya tersebut harus dihadapi dengan pendekatan silaturrahmi (interpersonal) dengan sebaik-baiknya didasari dengan iman, ilmu dan amal serta memiliki kemampuan berdakwah amar ma’ruf nahi munkar. ASUHAN KEPERAWATAN ISLAMI Allah berfirman : “Dan orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebgaian yang lain. Mereka menyeruruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah yang munkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya”. (Q.S. At-Taubah :71) “…Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, dan bertawalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah maha berat siksa-Nya”. (Q.S. Al-Maa-idah: 2) . “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri”. ( Q.S. Al-Israa’:7) “…dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu…” (Q.S. Al-Qashash: 77) “Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu…” (Q.S. Ali Imran:159) Barang siapa yang berkeinginan untuk diselamatkan oleh Allah dari bencana pada hari kiamat, maka bantulah orang yang dalam kesulitan/hindarkan kesulitannya (HR. Muslim). Tiada beriman seorang dari kamu sehingga dia menyukai bagi saudaranya apa yang dusukai untuk dirinya. (HR. Ahmad) Ayat-ayat dan hadist di atas mendasari dari pelaksanaan asuhan keperawatan Islami yang diberikan oleh seorang perawat muslim, ditambah dengan riwayat-riwayat wanita-wanita dizaman Rasulullah dalam melakukan perawatan, maka itulah yang sebenarnya konsep “Caring” dalam keperawatan Islam, bukan hanya asuhan kemanusiaan dengan lemah lembut berdasarkan standar dan etika profesi, tetapi caring yang didasari keimanan pada Allah dengan menjankan perintahNya melalui ayat-ayat Alqur’an dengan tujuan akhir mendapatkan ridho Allah swt. Asuhan Keperawatan Islami yang dikembangkan oleh Kelompok kerja Keperawatan Islam adalah pada tataran nilai-nilai yang Insyaa Allah akan dapat menjadi acuan pelaksanaan/Implementasi asuhan keperawatan pada tatanan pelayanan kesehatan. Asuhan keperawatan Islami dapat dilihat sebagai suatu sistem yang terdiri dari masukan, proses dan keluaran yang seluruhnya dapat digali dari nilai-nilai Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadist. Masukan (input) Dalam asuhan keperawatan masukan adalah segala sumber-sumber yang mendukung terjadinya proses asuhan keperawatan Islami. (1) Al-Qur’an dan Hadist sebagai keyakinan manusia yang beriman (2) Manusia dalam Paradigma keperawatan di jelaskan sebagai hamba dan sebagai khalifah; sebagai memimpin dan mengatur bumi ,memakmurkan bumi, menyebarkan keadilan dan kemaslahatan. Klien sebagai mahluk yang berpotensi secara aktif. Manusia juga sebagai mahluk yang mempunyai fitrah apakah sebagai perawat ataupunklien sebagaimana Allah berfirman : “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui “(Q.S. Ar ruum : 30). (2) Lingkungan eksternal dan Internal serta lingkungan spiritual. Tatanan pelayanan kesehatan juga termasuk lingkungan yang harus disiapkan untuk pelaksanaan asuhan keperawatan Islami. (3) Profesi Keperawatan yang merupakan manifestasi dari ibadah dan media da’wah amar ma’ruf nahi munkar. Proses pelaksanaan Asuhan Keperawatan Islami a. Ihsan dalam beribadah Bagi perawat muslim pemahaman dan pengamala terhadap rukun iman dan Islam belumlah cukup dikatagorikan dalam insan yang sempurna dalam pengamalan agamanya, jika belum menerapkan rukun iman dan islam tersebut didasari oleh perbuatan yang ikhsan. Jika rukun iman kita ibaratkan sebagai pondasi dan rukun islam sebagai bangunannya, maka ikhsanul amal merupakan atapnya. Dalam sebuah bangunan yang utuh, atap berfungsi sebagai pelindung bangunan dari panas dan hujan yang menjaga agar bangunan tersebut tetap lestari, takl retak, dan berlumut karena panas dan hujan. Konsekuensi Ikhsan adalah bahwa perbuatan baik yang berkualitas akan melahirkan dampak berupa keuntungan-keuntungan kepada siapa saja yang melakukannya termasuk bagi perawat dalam melakukan asuhan keperawatan dan bukan keuntungan yang bersifat segera tetapi ada landasan spiritual. Tuntunan ikhsan dalam Al-Qur’an sebagai berikut : “Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentunya kami tidak akan menyia-nyiakan pahala bagi orang-orang yang beramal (bekerja) dengan ikhsan”. [QS Al Kahfi:30] “Dan jika kamu semua menginginkan (keridhoan) Allah dan Rasul-Nya serta kebahagiaan akherat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa saja diantara kamu yang berbuat ihsan pahala yang besar”. [QS Al Ahzab : 29] “Tidak ada balasan bagi ihsan kecuali ihsan juga”. [QS Ar Rohman : 60] Ketika Jibril menyamar sebagai manusia : “Wahai Muhammad … terangkanlah terangkanlah kepadaku tentang ikhsan!” Jawab Rasul : “Mengabdilah kamu kepada Allah, seakan kamu melihat Dia, jika kamu tidak melihat Dia, Sesungguhnya Dia melihat kamu (HR Imam Muslim) Dampak Perbuatan Ikhsan dalam asuhan keperawataN akan melahirkan : (1) Niat yang Ikhlas, bahwa segala sesuatu diniatkan hanyalah kepada Allah semata, sehingga dengan keikhlasan yang bersih hanya kepada Allah akan memberikan barier (benteng) bagi pekerjaan kita agar tetap konsisten dalam garis-garis yang ditetapkan agama dan profesi. (2) Pekerjaan yang Rapih, senantiasa berorientasi kepada kualitas yang tinggi karena merasakan segala sesuatu berada dalam pengawasan Allah SWT. (3) Penyelesaian hasil yang baik, artinya setelah berbuat maksimal atas segala aktivitas, maka secara sunatullah melahirkan pekerjaan yang baik atau memiliki kualitas yang tinggi. Sehingga “ikhsan dalam melaksanakan asuhan keperawatan adalah menentukan mutu pelayanan”. Dalam garis besarnya ikhsan ditetapan dalam hubungan dengan (1) Tuhan, sebagaimana dijelaskan pada ayat dan hadits diatas yang dapat diartikan suatu pengakuan atau manifestasi tentang kesyukuran manusia atas nikmat yang telah dilimpahkan Tuhan. (2) Sesama manusia, berbuat baik menurut islam mempunyai lingkup yang luas, tidak terbatas pada satu lingkungan, keturunan, ikatan keluarga, agama,suku, bangsa, sehingga ihsan itu sifatnya humanistis dan universal, ukurannya hanya satu sebagai ummat manusia. (3) Terhadap Mahluk lain selain manusia termasuk pada hewan dan lingkungan harus disayangi oleh manusia. b. Perlakuan/perilaku dalam asuhan Implementasi asuhan keperawatan selanjutnya adalah bagaimana penjabaran konsep “Caring” yang mendasari keperawatan Islam “Mummarid” yang telah diberikan contoh oleh Rasul dan sahabatnya adalah hubungan antar manusia ners-klien yang didasari keimanan dan ihsan, seorang perawat muslim dalam memberikan asuhan keperawatan Islami tentu harus berlandaskan pada keilmuannya, islam mementingkan professionalisme berpengetahuan dan keterampilan seperti Allah jelaskan pada : “Amat besar kebencian disisi Allah-kamu, memperkatakan sesuatu yang kamu tidak melakukannya”.[QS Ash-Shaff:3] “Maka bertanyalah kepada ahlinya bila kalian tidak mengetahuinya”.[QS An-Nahl:43] “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya : pendengaran, penglihatan, akal budi semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya”. [QS Al Israa : 36] “…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang berilmu beberapa derajad….”[QS Al-Mujadillah ; 11] “Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya”. [HR Bukhari] Disamping dalam pelaksanaan asuhan keperawatan islam perawat harus bersikap Professional, dalam Islam adalah berahlaqul qarimah, sesuai tuntunan Rasul “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu….” [QS Al-Ahzab :21] “Yang sebaik-baik manusia adalah yang paling baik ahlaknya [HR Thabrani] Bebarapa contoh ahlak yang harus dimiliki seorang perawat muslim : Tulus Ikhlas, Ramah dan bermuka manis, Penyantun, Tenang, hati-hati dan tidak tergopoh-gopoh, sabar dan tidak lekas marah, bersih lahir batin, cermat dan teliti, memegang teguh rahasia, memiliki disiplin dan etos kerja yang tinggi. Dengan modal hal diatas seorang perawat dapat mencapai tujuan dari asuhan keperawatan yang diberikannya. Perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan tidak bisa bekerja sendiri tetapi memerlukan orang lain, apakah itu satu tim ataupun tim lain hal ini didasarkan pada konsep manusia dalam paradigma keperawatan islam ia adalah sebagai An-Nas (mahluk sosial) dan juga kerjasama dan kemitraan adalah perintah Allah (Q.S. Al-Maa-idah: 2), (QS Al Hujarat : 10). c. Bimbingan/Tausiah Manusia adalah mahluk mulia, Dengan kemuliaannya harus berbuat yang mula pula. Salah satu perbuatan mulia adalah mengikuti tujuan mengapa manusia diciptakan, tidak lain adalah mengabdi dan menyembah kepada Allah [QS Adz Dzariat: 56], kemuliaan lain adalah menegakkan agama Allah, perintah Allah dalam hal ini adalah seperti firmanNya: “…Hendaklah ada segolongan diantara kamu yang menyuruh pada kebajikan dan mencegah yang munkar..” [QS Ali Imtan :104] “Katakanlah, ini jalanku, aku dan pengikutku dengan sadar mendakwahkan kamu menuju Allah..”[QS Yusuf :108] “Sampaikanlah apa-apa yang datang dariku meskipun hanya satu ayat (hadist) Banyak lagi ayat-ayat yang menyeru kita untuk berdakwah, dalam konteks keperawatan islam maka perawat selain melakukan pekerjaan professionalnya maka perawat juga sebagai Da’I untuk dapat mengajak manusia (klien) dan lingkungannya menuju jalan Allah sehingga nilai spiritual yang terintegrasi dalam asuhan keperawatan akan dapat menyentu fitah manusia dan pada akhirnya mencapai tujuan hidup baik perawat ataupun klien. Keluaran (Output) Output yang daiharapkan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan Islami adalah Qualitas asuhan, refleksi dari qualitas bagi semua (perawat dan Klien) adalah kepuasan Seorang muslim akan merasa puas bila asuhan yang diterimanya dapat menyentuh fitrah manusia. Ftrah manusia dalam Alqur’an : Sebagai Mahluk Mulia “Sesungguhnya kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. [QS At Tiin :4] “Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak-anak adam, kami angkut mereka didaratan dan lautan. Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan mahluk yang telah Kami ciptakan [QS Al Israa:70] Asuhan keperawatan harus dapat menempatkan klien pada fitrah kemuliaannya, tidak ada satu manusiapun yang mau diposisikan lebih rendah dari kemulian manusia, oleh karena itu nilai humanisme yang diterima klien sangatlah berarti bagi pencapaian kesehatan yang sempurna seperti dijelaskan sebelumnya. Sebagai mahluk Pengabdi “Tidaklah Kujadikan jin dan manusia melainkan untuk mengabdi kepadaKu [Adz Dzariat :56] Sebagai hamba Allah maka manusia mempunyai hak untuk menyerahkan seluruh hidup dan matinya hanya untuk Allah, keluaran ini menjadi fokus dari asuhan keperawatan islami sehingga klien dapat beribadah dengan baik untuk menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah. Sebagai mahluk yang Hanif Fitrah manusia selalu untuk hanif (selalu ingin dalam kebaikan, lurus) terkadang tidak disadari oleh manusia bahwa hal tersebut adalah fitrahnya, sejahat-jahatnya manusia pasti mempunyai hanif sehingga fitrah ini harus dapat disentuh dalam pelaksanaan asuhan keperawatan syukur bila perawat dapat menyadarkan akan pentingnya fitrah hanif dalam hidup ini. Ayat-allah tentang hanif dapat disimak pada [QS Ar Ruum : 30], [QS An ‘aam :161], [QS Al Baqarah :135], [QS Ali Imran : 65], [QS An Nisaa: 125], [QS Yunus : 105]. Sebagai Mahluk yang merdeka Allah menciptakan manusia ke muka bumi ini untuk menjadi khalifah yang memimpin, mengatur dan menyebarkan keadilan bagi sekitarnya. Tidak hanya itu Allah juga memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih jalan hidupnya, dan menjadikan manusia itu bebas berbuat sesuai dengan keinginannya apakah itu kebaikan atau kejahatan, hanya Allah telah menggariskan imbalan dari setiap tindakan manusia dimuka bumi. Allah berfirman. “Dan katakanlah : “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barang siapa yang ingin beriman hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin kafir biarlah ia kafir” Sesungguhnya kami telah sediakan bagi orang-orang Zalim di neraka.”[QS Al Kahfi : 29] Ayat itu Allah menjelaskan bahwa kebebasan memilih dan memutuskan sesuatu tentang diri manusia adalah adalah manusia itu sendiri sehingga fitra manusia disini adalah mempunyai kemerdekaan. Aspek penting dalam keperawatan Islam untuk dapat menghargai potensi klien untuk mencapai kebaikan dari dirinya sendiri, tetapi perawat juga dapat mengajak atau memberikan bimbingan kepada klien apabila keputusannya itu adalah tidak sesuai dengan Ajaran Islam maka Kemerdekaan menjadi orang yang beriman adalah menjadi sasaran asuhan keperawatan Islami. Mahluk dengan nilai Individual dan sekaligus mahluk dengan nilai-nilai komunal Allah berfirman : “Hai Manusia, bertaqwalah kepada kamu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan Isterinya dan daripada keduanya memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. [QS An Nisaa : 1] Dalam Ayat lain [QS Al Baqarah : 213] dan ditegaskan lagi [QS Yunus : 10] menunjukkan bahwa fitrah dalam diri manusia kadang-kadang selalu individual sehingga ada batas-batas yang tidak bisa diketahui orang lain, tidak membutuhkan orang lain, tetapi dilain waktu manusia sebagai mahluk sosial pasti tergantung pada orang lain dan lingkungan dan minta peltolongan. Asuhan keperawatan Islami harus dapat menyentuh fitrah ini pada saat yang tepat klien dalam situasi ingin sendiri (individual) dan saat membutuhkan orang laindan lingkungan sesuai dengan tuntunan Alqur’an. Refleksi dari kepuasan akan fitrah manusia itu sebagai klien akan dalam ikhtiarnya untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan yang hakiki adalah bila klien sembuh maka akan timbul rasa Syukur (tasyakur), bila ada ketidak sempurnaan dalam kondisinya klien akan merasa Ridho, dan apabila dalam upaya ikhtiarnya tidak mendapatkan kemajuan bahkan lebih buruk maka ia tidak akan merasa kecewa dan marah tetapi sabar dan Tawaqal kepada Allah berserah diri pada apapun keputusan Allah dengan tetap dalam iman. Pada akhirnya Outcome dari asuhan keperawatan Islam adalah untuk mencapai Ridho Allah “Mardhotillah” baik itu bagi klien maupun perawat sebagai sasaran akhir dari hidup manusia dimuka bumi ini. KHATIMAH “Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu kedalam islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan, sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu[QS [QS Al Baqarah : 208] Islam mengandung ajaran yang mencakup semua aspek hidup dan kehidupan manusia termasuk didalammnya ajaran yang berkaitan dengan kesehatan jasmani, rohani, sosial, kultural dan spiritual. Pengamalan ajaran Islam dalam bidang kesehatan wajib dilaksanakan oleh umat sebagai perwujudan ibadahnya kepada Allah SWT dan sesama umat manusia, diantaranya melalui pelayanan/asuhan keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan. Keperawatan sebagai bentuk layanan yang ditujukan bagi klien (individu, keluarga, kelompok atau masyarakat) dilandasi oleh suatu keyakinan yang dibangun berdasarkan pandangannya yang kokoh yakni paradigma keperawatan meliputi manusia-kemanusiaan, lingkungan, sehat-kesehatan dan keperawatan, yang kemudian disebut sebagai Paradigma Keperawatan Islam.. Asuhan keperawatan Islam adalah Integrasi nilai-nilai Islam yang bersumber pada Alqur’an dan Hadits, merupakan suatu sistem sehingga banyak faktor-faktor yang berpengaruh untuk keberhasilan asuhan sehingga mempengaruhi tujuan akhir dari pemberian asuhan keperawatan Islam. Dalam pelaksanaan Asuhan Keperawatan Islam selain perawat melaksanakan profesi keperawqatan yang merupakan manifestasi dari Ibadahnya maka asuhan perawtan Islam mempunyai nilai spiritual yang sangat tinggi karena merupakan sarana da’wah amar ma’ruf nahi munkar. Kepuasan terhadap asuhan keperawatan dalam pandangan keperawatan islam adalah dimana fitrah manusia dapat disentuh oleh asuhan keperawaatan yang diberikan sehingga merefleksikan rasa Syukur, ridho, sabar dan tawaqal terhadap pencapaian keberhasilan ikhtiar manusia. Apabila klien dan perawat sudah bisa merasakan itu maka akan dicapai tujuan hidup didunia ini adalah Mardhatillah. Asuhan keperawaatan Islam dalam tataran nilai-nilai ini perlu dikembangkan pada konsep-konsep yang dapat menjadi acuan operasional perawat muslim sehingga semakin cepat dan semakin banyak kaum muslimin akan mendapatkan pelayanan sesuai dengan keyakinan dan keimanannya yang pula merupakan fitrah manusia. Upaya-upaya mengembangkan asuhan keperawatan Islami secara terus menerus dan simultan menjadi tanggung jawab muslim sebagai manifestasi dari hamba Allah (pengabdi) dalam menegakkan agama Allah, pengembangan tersebut secara komprehensif dan terintegrasi dan sistematis bersumber pada Alqur’an dan Hadits yang merupakan warisan Rasulullah kepada ummatnya. diambil dr : http://www.rsi.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=25:asuhan-keperawatan-islami&catid=4:artikel-keperawatan&Itemid=5

Harmonis Bersama Diabetes

0 komentar
TwitThis
Diabetes adalah penyakit yang tak tersembuhkan. Tapi ada cara untuk hidup harmonis bersamanya.

Awas jangan makan terlalu banyak! Akibatnya bisa menimbulkan kegemukan. Dulu, gemuk berarti subur, sekarang gemuk menandakan gampang terserang penyakit diabetes. Penyakit diabetes telah menyerang jutaan manusia, tidak hanya di negara maju, tetapi juga di negara-negara berkembang.Ciri-ciri penyakit ini adalah terganggunya kerja insulin di pankreas, kegemukan, kadar lemak yang tinggi dalam darah.


Banyak pasien tidak menyadari, mereka terkena diabetes. Mereka baru mengetahuinya pada saat melakukan pemeriksaan rutin, atau ketika menjalani pengobatan penyakit lain, sehingga diabetes sering ditemukan pada saat telah mencapai tahap yang sudah lanjut. 
Sebenarnya diabetes memiliki gejala-gejala yang menjadi peringatan dini, antara lain : frekuensi kencing berlebihan (misalnya, terbangun 25 kali pada saat tidur karena berasa ingin kencing) rasa haus berlebihan sehingga mendorong untuk minum terlalu banyak, turunnya berat badan dengan cepat, rasa lapar muncul walalupun sudah banyak makan, dan merasa cepat letih.
Jika gejala-gejala tersebut muncul, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan gula darah ke dokter, untuk memperoleh penjelasan apakah anda menderita diabetes atau tidak.

CARA MENURUNKAN KADAR GULA DARAH
Bila diagnosis dokter menyimpulkan adanya penyakit diabetes, maka harus segera dilakukan tindakan pencegahan sehingga kadar gula darah menurun. Bila kadar gula darah tidak menurun, akan terjadi berbagai komplikasi berbagai penyakit seperti jantung, tekanan darah tinggi, dan sebagainya.
Penurunan kadar gula darah dapat dilakukan dengan cara makan yang cukup, istirahat yang cukup dan olahraga yang cukup. Olahraga adalah cara terbaik untuk menjaga agar tubuh berfungsi dengan baik. Dengan olahraga, kadar gula atau glukosa darah bisa stabil. Namun, olahraga yang dilakukan harus sesuai, misalnya jalan cepat, jogging, berenang, bersepeda, dan aerobik. 
Selain itu, perencanaan sangatlah penting untuk mengendalikan diabetes. Dengan mengatur jumlah dan jadwal makan, pasien dapat mengendalikan kadar gulanya. Para ahli diet, menganjurkan agar para penderita diabetes makan makanan berkarbohidrat tinggi, berserat tinggi tapi kadar lemaknya rendah.
Tujuan perencanaan makan adalah untuk membantu penurunan kadar gula dalam darah dan mencegah hilangnya gula daram urin untuk mencapai bentuk badan ideal dan memberikan kalori yang cukup untuk aktivitas yang normal.

source : Soetrisno,Eddy.Tara,Elizabeth MD.Buku pintar terapi diabetes melitus.Taramedia dan Restu agung : Jakarta

Aspek Psikiatrik Diabetes Melitus

0 komentar
TwitThis
Ternyata belum banyak dipelajari tentang hubungan kejiwaan dengan penyakit diabetes melitus (DM). Namun demikian, kesan di dapat bahwa salah satu faktor pencetus ialah : makan yang berlebih secara kuantitatif, kurang makan kegemukan serta situasi yang penuh stress seperti operasi maupun perubahan hidup.

HUBUNGAN ETIOLOGIK
Konon menunjukkan bhwa stres dapat mengakibatkan glikosuria disebut juga sebagai glikosuria emosional namun pernah diikuti oleh hiperglikemia emosional. Dunia menyebutkan bahwa penderita DM lebih banyak mendapat kesulitan dari pada orang normal dan berubah menjadi sifat ketergantungan infantil. Cenderung regresi menjadi bersikap dependen. Lebih pasif dan cenderung masokistik dan ragu.
Daniel mengatakan bahwa DM dapat disokong terjadinya oleh kecemasan yang kronik yang dihubungkan dengan ketakutan infantil yang tak sadar. Pasien bertahan dengan sikap dependen infantil dan bersikap menuntut, dan sering kecewa karena tuntutan kasih sayang dan kebutuhan kasih sayang yang tidak terpenuhi. Terhadap kekecewaan pasien bereaksi dengan sikap permusuhan. DM timbul akibat konflik karena keinginan infantil dan tuntutannya dikecewakan.
Para ahli psikoanalisis menyatakan bahwa para pasien DM mempunyai konflik dasar yang berhubungan dengan makan; makan yang menggambarkan kecenderungan agresif inkorporatif oral. Impuls inkorporatif ini muncul dengan berbagai cara. Demikian juga suatu kecenderungan menolak makan akan berakibat peningkatan kebutuhan ini dinyatakan dalam hubungan interpersonal. 
Faktor pencetus yang nyata pada DM adalah kegemukan (obesitas), namun demikian obesitas sendiri bukan sebagai penyebab DM, . Hal ini terbukti dari kenyataan bahwa 75% pasien DM biasanya gemuk, dan hanya 5% orang gemuk yang menderita DM. Kenyataan ini menjelaskan bahwa obesitas meningkatkan kebutuhan insulin, bila pankreas tidak mampu mengkompensasi kebutuhan insulin, maka terjadilah DM. Makan berlebihan biasanya akibat dari perkembangan emosional. Anak yang lahir dan berpotensi menjadi DM sebagian besar tidak pernah puas kebutuhan biologiknya. Tuntutan oral yang berlebih itu dapat menimbulkan dasar insufisiensi biologik. 

GAMBARAN KLINIS DAN MANIFESTASI PSIKIATRIK DM
 1. Kelemahan Umum 
Keadaan ini sering menjadi tanda awal dari berbagai penyakit tubuh termasuk DM. Keadaan ini tidak spesifik hingga sulit untuk tanda pengenal terjangkitnya DM. Sulit dibedakan dari penyakit yang sungguh karena gangguan fisik atau mental lainnya.
 2. Sering haus, banyak minum, buang air kecil, banyak makan Keadaan ini menjadi gejala yang mengawali terjadinya penyakit DM 
Kondisi ini menyerupai teulimia, polidipsia, poliuria, anorexia nervosa yang menyerupai gangguan fisik dan mental yang perlu penanganan khusus. 
3. Berat badan turun walau banyak makan seperti orang yang kurang gizi, walau banyak makan sehingga mencurigakan adanya penyakit fisik lain seperti infestasi parasit dan cacing. 
4. Gatal di daerah genitalia membuat perasaan cemas dan risau 
Kondisi ini sering terjadi karena gula disekresi bersama keringat pada kulit, terutama yang basah dan panas seperti lipatan paha dekat genitalia, sebab itu pasien sering menggaruk bagian itu dan tampak memalukan, tetapi gatalnya itu tidak tertahan sehingga pasien menjadi dilema. 
5. Impotensi pada pria dan amenorea pada wanita
Impotensi adalah keluhan dan gejala yang sering menyebabkan pasien pria datang mencari pertolongan, hal ini terjadi setelah penderitaan berkisar antara 1-3 tahun bergantung pada berat atau ringannya penyakit DM. 
6. Rasa dingin dan nyeri di ekstremitas Suatu manifestasi keluhan seperti gangguan psikosomatik dan memebuat pasien meminta pemeriksaan yang beraneka ragam, walaupun sudah ditemukan penyakit DM-nya, namun terasa tidak nyaman selalu.
7. Delirium 
Merupakan satu kondisi akibat hiperglikemia atau justru hipoglikemia akibat makan antidiabetika yang relatif terlalu bnayak karena kurang kalori penyakit fisik yang menyebabkan gangguan metabolik dan lain sebagainya.
8. Gangguan afektif 
Yang dimaksudkan disini adalah kondisi dengan ciri gangguan alam perasaan yang terlalu rendah yaitu depresi dan terlalu tinggi yaitu mania. Gangguan afektif ini tidak merupakan akibat langsung dari DM, namun mungkin sudah merupakan satu gangguan yang sudha ada sebelumnya. 
9. Demensia 
Merupakan satu gangguan akibat penderitaan DM yang lama sedikitnya 5 tahun keatas. Penderita menjadi pikun karena otaknya langsung terkena gula yang tidak terkontrol, atau tidak langsung karena pembuluh darah nya tersumbat sehingga otak tertentu tidak mendapatkan cukup makana, terjadilah demensia. 

TERAPI DAN KESIMPULAN
Terapi sebenarnya harus ditujukan pada penanganan DM itu sendiri sejak dini, merupakan upaya pencegahan sehingga tidak menyebabkan kondisi terlantar, sehingga berakibat buruk pada jaringan tubuh. Memang keberhasilan pencegahan ini juga bergantung pada kepribadian pramorbid orang tersebut. Terapi terhadap gangguan psikiatrik yang timbul bergantung pada berbagai kondisi itu, namun tidak selalu dapat berhasil. Jadi kesimpulan ialah upaya tindakan prevensi terhadap kemungkinan timbulnya komplikasi ialah yang mengena dan terbaik. 

sumber : Soetrisno,Eddy.Tara,Elizabeth MD.Buku pintar terapi diabetes melitus.Taramedia & Restu agung : Jakarta

Stase Jiwa

1 komentar
TwitThis

Stase yang meninggalkan kenangan, yakni stase ilmu jiwa. Disini pasien saya berbeda, bukan orang sakit biasa seperti di stase lain. Pasien pasien jiwa membuat membuka mata saya untuk lebih peka menghargai orang lain di sekitar saya. Banyak di antara mereka menderita tekanan mental karena ada kejadian traumatik yang menimpa hidup mereka. Setelah mereka sembuh-pun, masih sulit diterima kembali di masyarakat. Cap “orang gila” seolah tidak lepas dari diri mereka meski mereka sudah sembuh, bahkan kadang keluarga mereka meninggalkannya begitu saja di RSJ tanpa pernah dijenguk sekalipun.


Saat saya berinteraksi dengan mereka, ternyata saya merasa mereka punya hati yang bahkan lebih tulus daripada orang normal! Mereka tahu bahwa saya membutuhkan mereka untuk lulus ujian, dan mereka membantu dengan segenap hati meski kadang mereka harus kembali dengan pahitnya mengingat kejadian kejadian traumatik mereka atau halusinasi atau suara suara yang pernah mereka dengar hanya untuk supaya saya bisa melengkapi pengkajian si pasien dan ujian interaksi dengan mereka. Setelah selesai ujian, lulus, ya selesai. Kami melangkah terus ke depan meninggalkan mereka, sementara mereka hanya bisa tersenyum mengucapkan selamat dan kembali ke kamar masing masing.

"Sejak saat itu, saya tidak mau lagi bercanda mengolok olok pasien RSJ. Mereka juga manusia yang punya hati (yang hanya kebetulan kurang beruntung) dan harus dihargai keberadaannya... ^_^...".

Quotations about Nurses

0 komentar
TwitThis
Nurses are angels in comfortable shoes. ~Author Unknown

Constant attention by a good nurse may be just as important as a major operation by a surgeon. ~Dag Hammarskjold

Nurses are the heart of healthcare. ~Donna Wilk Cardillo

Nursing would be a dream job if there were no doctors. ~Gerhard Kocher


Nursing is an art: and if it is to be made an art, it requires an exclusive devotion as hard a preparation, as any painter's or sculptor's work; for what is the having to do with dead canvas or dead marble, compared with having to do with the living body, the temple of God's spirit? It is one of the Fine Arts: I had almost said, the finest of Fine Arts. ~Florence Nightingale

Caring is the essence of nursing. ~Jean Watson

Nurses can take the pressure. ~Author Unknown

The trained nurse has become one of the great blessings of humanity, taking a place beside the physician and the priest.... ~William Osler

Nurses dispense comfort, compassion, and caring without even a prescription. ~Val Saintsbury

Bound by paperwork, short on hands, sleep, and energy... nurses are rarely short on caring. ~Sharon Hudacek, "A Daybook for Nurses"

Nurses are I.V. leaguers. ~Author Unknown

When I think about all the patients and their loved ones that I have worked with over the years, I know most of them don't remember me nor I them. But I do know that I gave a little piece of myself to each of them and they to me and those threads make up the beautiful tapestry in my mind that is my career in nursing. ~Donna Wilk Cardillo, A Daybook for Beginning Nurses

After two days in the hospital, I took a turn for the nurse. ~W.C. Fields

When you're a nurse you know that every day you will touch a life or a life will touch yours. ~Author Unknown

Panic plays no part in the training of a nurse. ~Elizabeth Kenny

Nurses are patient people. ~Author Unknown

You might be a nurse if you firmly believe that "too stupid to live" should be a diagnosis. ~Author Unknown

You know you're a nurse if... you triage the laundry when at home: This pile needs immediate attention, the pile can wait, this pile, with a little stain stick will be OK until you get back to it. ~Donna Wilk Cardillo

Whether a person is a male or female, a nurse is a nurse. ~Gary Veale

Nurses - one of the few blessings of being ill. ~Sara Moss-Wolfe

Nursing is not for everyone. It takes a very strong, intelligent, and compassionate person to take on the ills of the world with passion and purpose and work to maintain the health and well-being of the planet. No wonder we're exhausted at the end of the day! ~Donna Wilk Cardillo

If love can't cure it, nurses can. ~Author Unknown

A nurse will always give us hope,
an angel with a stethoscope.
~Carrie Latet

Nurses don't wait until October to celebrate Make a Difference Day - they make a difference every day! ~Author Unknown

Confucius say: "Man who want pretty nurse, must be patient." ~Author Unknown

Nursing care comes in many forms. Sometimes it is the ability to make someone feel physically comfortable by various means. Other times it is the ability



to improve the body's ability to achieve or maintain health. But often it is an uncanny yet well honed knack to see beyond the obvious and address, in some way, the deeper needs of the human soul. ~Donna Wilk Cardillo, A Daybook for Beginning Nurses

Always thank your nurse,
Sometimes the only one between you and a hearse.
~Carrie Latet

Nurses are the hospitality of the hospital. ~Carrie Latet

We'd all be worse without a nurse. ~Author Unknown

During my second year of nursing school our professor gave us a quiz. I breezed through the questions until I read the last one: "What is the first name of the woman who cleans the school?" Surely this was a joke. I had seen the cleaning woman several times, but how would I know her name? I handed in my paper, leaving the last question blank. Before the class ended, one student asked if the last question would count toward our grade. "Absolutely," the professor said. "In your careers, you will meet many people. All are significant. They deserve your attention and care, even if all you do is smile and say hello." I've never forgotten that lesson. I also learned her name was Dorothy. ~Joann C. Jones

source : http://www.quotegarden.com/nurses.html

Peran Perawat dalam Pemberian Obat pada Pasien Jiwa

0 komentar
TwitThis
A. PERANAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN OBAT
Perawat mempunyai tanggung jawab dalam sampainya obat keada pasien dan digunakannya obat oleh pasien sehingga obat tersebut efektif dala membantu mengatasi masalah pasien. Secara terperinci peran perawat dalam penatalaksanaan obat di rmah sakit jiwa adalah :
1. Mengumpulkan data sebelum pengobatan

Dalam pelaksanaan peran ini perawat di dukung oleh latar belakang pengetahuan biologis dan perilaku. Data yang perlu dikumpulkan antara lainriwayat penyakit diagnosa medis riwayat engobatan hasil laboratorium jenis obat yang akan digunakan dan perawat perlu mengetahui program terapi lain bagi pasien. Pengumpulan data ini digunakan agar asuhan keperawatan yang diberikan bersifat menyeluruh dan merupakan satu kesatuan.



2. Mengkoordinasikan obat dengan terapi modalitas
Pemilihan terapi yang tepat sesuai dengan program pengobatan pasien akan memberikan hasil yang lebih baik.
3. Pendidikan Kesehatan
Pasien di rumah sakit jiwa sangat membutuhkan pendidikan kesehatan tentang obat yang diperolehnya karena pasien sering tidak mau minum obat yang dianggap tidak ada manfaatnya. Contoh pada klien curiga yang menganggap obat sebagai racun. Selain itu pendidikan kesehatan juga diperlukan keluarga karena adanya anggapan jika pasien sudah ulang kerumah maka tidak perlu lagi minum obat padahal hal ini menyebabkan risiko kanker kambuh dan dirawat kembali.
4. Memonitor efek samping obat
Selain efek yang diharapkan, perawat juga harus memonitor efek samping obat dan reaksi-reaksi lain yang kurang baik setelah minum obat.

B. PENATALAKSANAAN OBAT
Dalam membahas tentang penatalaksaan obat dibagi menjadi 2 yaitu pemberian obat langsung ke pasien dan pengelolaan atau penyimpanan obat di ruangan.

1. Pemberian obat ke pasien

a. Prinsip-prinsip peberian obat
Dalam membahas tentang prinsip peberian obat hal ini dibagi menjadi 3 yaitu persiaan peberian dan evaluasi.
1) Persiapan
Peratama erawat harus melihat obat apa yang akan di berikan. Kemudian mengkaji obat (tujuan peberian cara kerja efek samping dosis dan lainnya). Setelah itu elakukan persiapan yang berkaitan dengan pasien yaitu mengkaji riwayat pengobatan pasien, pengetahuan pasien dan kondisi sebelum pengobatan.
2) Pemberian
ada 6 tahap yang harus diperhatikan perawat dalam pemberian obat
- benar obat
- benar dosis
- benar pasien,
- benar waktu pemberian
- benar cara pemberian
- benar pendokumentasian
3) Evaluasi
Perawat bertanggung jawab untuk memonitor respon pasien terhada pengobatan. Untuk obat-obatan yang sering digunakan di rumah sakit jiwa efek samping biasanya terlihat sampai 1 jam setelah pemberian.

b. Metode pendekatan khusus dalam pemberian obat
Pemberian obat untuk pasien gangguan jiwa memerlukan pendekatan khusus sesuai dengan kasusnya seperti pada kasus pasien curiga pasien bunuh diri dan pasien yang ketergantungan obat.
1) Pendekatan khusus kepada pasien curiga
Pada pasien curiga tidak mudah percaya terhadap suatu tindakan atau pemberian yang diberikan padanya. Perawat harus meyakinkan bahwa tindakan treatment yang dilakukan ke pasien tidaklah berbahaya dan bermanfaat bagi pasien. Secara verbal dan non verbal, erawat harus dapat mengontrol perilakunya agar tidak menimbulkan keraguan pada diri pasien karena tindakan ragu-ragu dari perawat akan menimbulkan kecurigaan pasien.
Berikan obat dala bentuk dan kemasan yang sama setiap emberi obat agar pasien tidak bingung, ceas dan curiga. Jika ada perubahan dosis diskusikan terlebih dahulu keada pasien sebelum einta pasien untuk meminumnya. Yakinkan obat benar-benar diminum dan ditelan dengan cara meminta pasien membuka mulut dan gunakan spatel untuk melihat aakah obat disebunyikan. Hal ini terutaa pada pasien yang mempunyai riwayat menyembunyikan obat di bawah lidah dan membuangnya. Untuk pasien yang benar-benar menolak minum obat walaupun sudah dilakukan pendekatan aka emberian obat dilakukan melalui injeksi sesuai dengan instruktur dokter dengan memperhatikan aspek legal dan hak pasien untuk menolak pengobatan dalam keadaan darurat.
2) Pendekatan khusus kepada pasien yang potensial bunuh diri.
Pada pasien bunuh diri masalah yang sering timbul adalah penolakan pasien untuk minum obat dengan maksud pasien untuk merusak dirinya. Perawat harus bersikap tegas dala pengawasan pasien untuk minum obat karena pasien pada tahap ini berada dalam fase ambivalen antara keinginan hidup dan mati. Perawat menggunakan kesempatan treatment pada saat pasien memunyai keinginan hidup, agar keraguan pasien untuk mengakhiri hidupnya berkurang karena pasien merasa diperhatikan. 
Perhatian erawat erupakan stimulus penting bagi pasien untuk meningkatkan motivasi hidup. Dala hal ini peran erawat dalam memberikan obat diintegrasikan dengan pendekatan keperawatan diantaranya untuk meningkatkan harga diri pasien.
3) Pendekatan khusus pada pasien ketergantungan obat
Pada pasien yang mengalai ketegantungan obat biasanya menganggap bahwa obat adalah segala-galanya dalam menyelesaikan masalah. Sehingga perawat perlu memberikan penjelasan kepada pasien tentang manfaat obat dan obat bukanlah satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah. Terapi obat harus disesuaikan dengan terapi modalitas lainnya seperti penjelasan cara-cara elewati proses kehilangan.

c. Pendidikan Kesehatan
Secara moral erawat bertanggung jawab memberikan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga. Pendidikan kesehatan yang perlu diberikan mencakup informasi tentang penyakit kemajuan pasien, obat, cara merawat pasien. Pendidikan kesehatan yang berkaitan dengan peberian obat yaitu informasi tentang obat efek samping cara minum obat waktu dan dosis.

2. Pengelolaan obat di ruangan

Ditinjau dari aspek legal pengelolaan obat di ruangan juga merupakan tanggung jawab perawat. Obat-obatan harus tersimpan dalam lemari terkunci. Kunci lemari dipegang kepala ruang atau erawat yang bertanggung jawab untuk memberikan obat. Obat-obatan harus diberi label dan ditempatkan secara terpisah enurut nama dan keasannya. Dan tiap pasien mempunyai tempat sendiri. Untuk obat-obatan golongan narkotika harus ditempatkan pada suatu tempat khusus dan diberi nama dengan jelas. Jumlah obat harus dihitung dan dilaporkan saat pergantian dinas.

source : dari berbagai sumber

Karir Unik Keperawatan

0 komentar
TwitThis
Jika anda masih berpikir bahwa menjadi perawat harus bekerja di rumah sakit, maka sepertinya itu perlu dikoreksi. Saat ini, dengan perkembangan ekonomi yang begitu cepat, keperawatan menawarkan berbagai macam pengembangan karir yang bisa anda pilih sebagai seorang perawat disamping karir konvensional di rumah sakit. Anda bisa menemukan berbagai macam pengembangan karir yang selanjutnya akan meningkatkan kesejahteraan para perawat. Diantara sekian banyak pengembangan karir itu, antara lain:


Sales and Marketing
Posisi ini termasuk menjual dan mempromosikan produk farmasi atau produk-produk medis lain yang meliputi barang dan jasa. Termasuk juga membangun dan memelihara hubungan dengan klien, customer service, pendidikan dan pelatihan. Yang harus dipersiapkan untuk masuk dalam karir ini adalah dasar-dasar sebagai seorang sales atau marketing representative.

Penulis atau Editor buku kesehatan/keperawatan
Seorang penulis atau editor ini bekerja di semua bidang yang meliputi penulisan dan editing dan bahkan materi-materi teknis. Materi-materi ini biasanya digunakan dalam riset keperawatan, pendidikan dan pelatihan, penjualan dan pemasaran, dan berbagai macam media kesehatan.

Pengusaha atau Konsultan
Karir ini merupakan karir yang sangat menarik, karena dalam keperawatan sebuah konsep yang disebutNursepreneur sudah mulai booming (walaupun di Indonesia masih belum). Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan baca artikel Nursepreneur, Jalan Tepat Atasi Masalah Kesejahteraan Perawat.

Perawat Holistik
Karir ini berhubungan dengan spesialisasi dalam keperawatan atau keterampilan khusus, misalnya perawat luka diabetes, perawat khusus stroke, dsb.

Travelling Nurse (Perawat Perjalanan)
Karir ini sangat berkembang dan diminati di luar negeri. Walaupun di Indonesia belum terlalu dikenal, namun beberapa tahun lagi akan menjadi cukup diminati. Travelling Nurse adalah perawat yang disediakan khusus dalam kegiatan travelling. Misalnya ada study tour siswa-siswi sekolah ke Borobudur, maka anda bisa menjadi seorang Traveller Nurse disana.

source : http://www.keperawatan.net/karir-unik-keperawatan/

MANFAAT BERSEPEDA BAGI KESEHATAN

0 komentar
TwitThis
Manfaat bersepeda bagi kesehatan tidak diragukan lagi. Mengayuh sepeda biasa atau statis, merupakan latihan yang sangat baik untuk meningkatkan kebugaran, pada saat yang bersamaan sistem persendian Anda pun akan menjadi lebih lentur. Olah raga ini memberikan pilihan beban dan tingkat kesulitan yang berbeda sehingga daya tahan yang dibutuhkanpun berbeda-beda, dari yang dikayuh secara perlahan hingga balapan dengan kecepatan yang sangat tinggi (sprint). Oleh karena itu setiap orang dari tingkatan umur dan kebugaran yang berbeda, bisa mendapatkan manfaat dari kegiatan yang sangat menyenangkan ini, terutama apabila dilakukan bersama teman dan keluarga Anda.


Bersepeda secara teratur dapat membantu menghindari dan mengontrol banyak jenis penyakit, seperti obesitas, kelainan jantung dan radang sendi. Olah raga yang “low impact” ini (tidak rawan cedera), merupakan cara yang “hemat energi” untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, karena untuk menempuh jarak satu kilometer, memerlukan energi yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan berjalan kaki. Mungkin hal itulah yang menjadikannya sebagai alat transportasi yang paling populer, diperkirakan setiap hari satu milyar orang mengendarainya di seluruh dunia.
“Menggoes” ke tempat kerja (bike to work) atau ke warung sekalipun, merupakan cara yang paling hemat waktu untuk melakukan olah raga secara rutin. “Dosis harian” olah raga Anda akan terpenuhi tanpa harus menghabiskan banyak waktu di tempat fitness (gymnasium).

Manfaat Bersepeda Secara Teratur
Tubuh manusia didesain untuk bergerak. Riset membuktikan bahwa berolah raga secara rutin selama 30 menit dalam satu hari memberikan banyak manfaat, walaupun waktu yang 30 menit itu terbagi ke dalam dua atau tiga sesi yang berbeda.
Jika Anda berusia di atas 40 tahun, mengalami kelebihan berat badan atau tidak pernah berolah raga secara teratur dalam jangka waktu yang lama, penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, sebelum memulai program latihan Anda.

Secara garis besar, berikut ini adalah manfaat yang akan didapat bila Anda “mengayuh” secara teratur :
- Meningkatkan kualitas system cardiovascular (yang berhubungan dengan jantung dan system peredaran darah).
- Meningkatkan kekuatan dan fleksibelitas otot.
- Meningkatkan mobilitas sistem persendian.
- Menurunkan tingkat stress.
- Membantu dalam pembentukan postur tubuh.
- Menguatkan tulang
- Menurunkan tingkat kegemukan.

So….. Selamat mencoba.

source : jarambah.com
 

Twitter Blog Templates © Copyright by Catatanku... Catatanmu juga... | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks